Kelurahan Perbutulan Sumber Cirebon, tempat dimana Pondok Pesantren Kampung Damai berdiri, dahulu bernama Kampung Dukumulo yang sangat dikenal dengan dunia hitamnya. Sejarah kemudian mencatat peran Ki Mas Maliman (Syeikh Kamalul Iman), seorang mujahid dari Mataram, mengakhiri dunia hitam Kampung Dukumulo menjadi kampung damai, bantas dan butul ( bahasa Jawa yang berarti : futuh, berhasil, terbuka, menang), sehingga kemudian melekatkan namanya menjadi Perbutulan. Di Desa Perbutulan, Kyai Arief (KH. Raden Kartajumena, turunan ke-12 dari Syeikh Syarief Hidayatullah) membangun masjid dan rumah. Sejak saat itu masyarakat sekitar tidak lagi pergi melaksanakan shalat Jum’at ke Masjid Agung Kasepuhan Cirebon. Itulah pula sebabnya mengapa Masjid Perbutulan tidak berdekatan dengan lokaswi Balai Desa pada umumnya.